Puskesmas Tiban Baru Gelar Pertemuan Lintas Sektor Triwulan III Tahun 2026

Batam, 26 Agustus 2026 — UPT Puskesmas Tiban Baru melaksanakan Pertemuan/Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan III Tahun 2026 pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertempat di Aula Puskesmas Tiban Baru. Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan sinergi antara Puskesmas dengan berbagai lintas sektor dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tiban Baru.
Pertemuan lintas sektor dibuka oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Sekupang, Bapak Eko Wiryono, SE. Kegiatan turut dihadiri oleh unsur Kecamatan Sekupang, Kelurahan Tiban Baru dan Tiban Lama, Dinas Kesehatan Kota Batam, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, KUA Sekupang, Babinkamtibmas, sekolah, Desa Siaga, kader Posyandu, RT/RW, serta jajaran Puskesmas Tiban Baru.
Dalam kegiatan tersebut, Puskesmas Tiban Baru memaparkan hasil capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Semester I Tahun 2026. Dari hasil evaluasi, masih terdapat indikator yang belum mencapai target, yaitu orang dengan risiko terinfeksi HIV 50,56%. Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah rendahnya capaian pelayanan bagi orang berisiko terinfeksi HIV karena tidak adanya populasi kunci di wilayah kerja.
Sebagai tindak lanjut, Puskesmas Tiban Baru akan melakukan penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) secara terintegrasi antarprogram, memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal, serta mengintegrasikan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan skrining HIV.
Selain evaluasi SPM, pertemuan juga membahas berbagai layanan Puskesmas dan Posyandu Integrasi. Puskesmas Tiban Baru saat ini menyediakan 10 klaster layanan utama, mulai dari pendaftaran, klaster ibu dan anak, dewasa dan lansia, reproduksi/KB, infeksius, konseling, UGD, gigi dan mulut, farmasi, hingga laboratorium. Posyandu Integrasi juga memberikan pelayanan sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil dan nifas, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, hingga dewasa dan lansia.
Dalam pemaparan juga disampaikan bahwa selama Semester I Tahun 2026, jumlah kunjungan ke Puskesmas Tiban Baru mencapai 20.021 kunjungan. Dari profil penyakit, kasus terbanyak didominasi oleh hipertensi sebanyak 1.743 kasus, diikuti Acute Nasopharyngitis/ISPA sebanyak 745 kasus, dyspepsia sebanyak 692 kasus, dan Diabetes Melitus Tipe 2 sebanyak 684 kasus.
Pada evaluasi kinerja klaster Triwulan II Tahun 2026, Klaster Ibu dan Anak memperoleh kategori Baik dengan nilai rata-rata 101,83%, sedangkan Klaster Penanggulangan Penyakit Menular memperoleh kategori Baik dengan nilai rata-rata 99,36%. Namun demikian, masih terdapat beberapa hal yang perlu diperkuat, khususnya dalam penemuan dan pengobatan kasus TBC serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang berisiko terinfeksi HIV.
Puskesmas juga memaparkan Rencana Pelaksanaan Kegiatan periode September–November 2026, yang mencakup pelayanan imunisasi, deteksi dini dan skrining kesehatan jiwa, Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekolah, kunjungan rumah bagi lansia, ibu hamil dan balita, kegiatan PTM, pemantauan gizi dan pemberian makanan tambahan (PMT), inspeksi kesehatan lingkungan, surveilans kualitas air dan udara, Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta pelacakan aktif dan penemuan kasus TBC dan penyakit menular lainnya.
Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan, Puskesmas Tiban Baru juga memperkenalkan berbagai inovasi, di antaranya Kelas Lansia “Sehat Lansia, Bahagia Bersama” yang mengintegrasikan edukasi, skrining, senam, pemantauan kesehatan, dan kunjungan rumah. Selain itu, terdapat inovasi GERTAK TB (Gerakan Masyarakat Aktif Kawal Tuberculosis) yang berfokus pada penemuan kasus TBC secara aktif, investigasi kontak erat, edukasi kader, hingga upaya menuju Kelurahan Siaga TB.
Pertemuan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen Puskesmas Tiban Baru terhadap pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Puskesmas menegaskan komitmen untuk menolak korupsi, pungutan liar, dan gratifikasi serta menyediakan sarana pengaduan pasien berbasis digital melalui QR Code yang mudah, aman, cepat, dan transparan.
Dalam sesi diskusi, para peserta turut menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan terkait kesehatan masyarakat, antara lain capaian pelayanan HIV, kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD), kasus penggunaan vape, kondisi karhutla dan penggunaan masker, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta imbauan pencegahan kebakaran akibat cuaca panas dan kebiasaan membakar sampah. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan koordinasi dan tindak lanjut bersama lintas sektor.
Melalui Pertemuan Lintas Sektor Triwulan III ini, Puskesmas Tiban Baru berharap sinergi dan kolaborasi seluruh lintas sektor, kader, RT/RW, serta masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan kerja sama yang baik, berbagai permasalahan kesehatan di wilayah Tiban Baru dan Tiban Lama diharapkan dapat ditangani secara terpadu sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat.
“Bersama Lintas Sektor, Bersinergi Mewujudkan Masyarakat Tiban Baru dan Tiban Lama yang Sehat.”


